Tuesday, December 19, 2006

thinking about "penting dan genting"

kondisi mendesak, terdesak, mendadak, genting, adalah kondisi dimana biasanya banyak menguras energi positif kita ...pada saat2 itu logika berpikir kita terkadang ga digunakan, akhirnya emosilah yang keluar....
Kondisi seperti itu juga biasanya membuat kita panik....kata2 yang dikeluarkan seputar "saya khawatir...saya rasa ngga mungkin, saya takut ga berhasil ..." and so on...
Teringat ucapan temanku di kantor waktu kita sharing...kalo kita mau tau gimana sih karakter diri kita...dengarkan kata2 apa yang kita keluarkan pada kodisi2 itu... pilih apakah banyak kata positifnya atau sebaliknya...
Kondisi penting dan genting sebetulnya bisa kita siasati... jangan selalu mengutamakan kondisi tersebut...buat suasana atau kondisi menjadi "Penting dan tidak genting" justru hal itu membuat kita lebih relaks dalam berfikir dan terhindar dari stress.
truss gimana donks jika kondisi penting membuat segalanya jadi genting????? Satu aja jawabannya "BERSEGERALAH MEMBUAT KEPUTUSAN"apapun itu keputusannya pasti ada resiko...belajar cepat mengambil keputusan tanpa harus banyak pertimbangan itu juga penting....karena jika keputusan kita beresiko gagal...pasti selalu ada solusinya di balik kegagalan itu. so...jangan pernah takut kata Hari Rusli "Yang Takut Cuman cecurut"
Kalo kita ga mau jadi cecurut jadilah PEMBERANI.
I'll try....I must try....

Tuesday, December 12, 2006

Antara Syukur dan Sabar

Kadang...tanpa kita sadari.... kita selalu merasa lebih menderita ketimbang orang lain ya.... kita yang paling banyak masalahlah...paling banyak ujiannya lah.... seolah2 orang lain aman2 aja.

Kadang juga kita merasa...enak jadi orang lain .... selalu diberikan kemudahan dalam tiap hidupnya tanpa kecuali...dan...kitalah yang paling banyak ditimpa kesusahan...

Padahal...Allah memberikan cobaan, ujian dan tantangan tergantung kondisi hambanya...sehingga beragam yang terasa... Ada yang menurut kita segitumah bukan masalah....ada juga yang memang kita sendiri kayanya ngga mampu menghadapi masalah itu...

Kuncinya kita harus selalu bersyukur ya saat Allah memberi kita kenikmatan....dan bersabar saat datang ujian...jangan menyalahkan keadaan. bahkan sampai bilang kita yang paling banyak menderita.

Sabar bukan berarti menyerah....syukur bukan berarti sombong. Sabar dan syukur adalah suatu bentuk belajar agar kita mau berikhtiar....Kalau kita menghadapi masalah yang itu2 aja dalam hidup, artinya kita belum lulus ujian, artinya lagi... kita belum keluar dari masalah...

Begitupun sebaliknya jika kita menghadapi ujian yang luar biasa...artinya kita lagi naik kelas....itu tidak lain Allah akan mengangkat derajat kita....

Life is beautiful...jika kita selalu bersyukur...bersabar...berkhusnuzhon...dan positif thinking sama Allah...

Tuesday, December 05, 2006

Apa Artinya Sebuah Jabatan

Dalam dunia kepemimpinan sikap paling aku benci adalah MENJILAT, hiiii.
Bergidik bulu romaku saat mendengar satu kata itu.
Saat ini di situasi serba kompetitif ini, agar kita bisa survive, pilihan hidup kita cuman 2. Kreatif atau Menjilat.
Menjadi penjilat itu cara yang paling gampang. ada prosedur yang tidak diharapkan kita tinggal ngadu sama atasan. atau cari muka sama atasan peduli menindas bawahan juga.
Hmmmm... aku sih maklumin aja orang yang kaya gitu hihihi... kasian. Dia ngga punya cara lain biar selalu survive... atau mungkin cara menjilat itu yang dia anggap sebagai cara kreatifnya dalam kehidupan.
Aduhhh, ko ya ngga pernah mikir agama ya???
tiba2 ada perenungan dalam diriku... apakah aku juga pernah menjilat ya? atau aku juga tanpa disadari udah menjilat??? ya Allah lindungi aku dari perbuatan itu.
Jabatan bukan berarti kita bebas...Jabatan justru yang membuat hak kita jadi lebih sedikit daripada kewajiban kita.
Dengan memiliki jabatan tanggung jawab kita semakin besar, tantangan kita semakin seru, dan insya Allah Grade kita bisa meningkat di mata Allah.

Wednesday, November 29, 2006

Kisah sebuah peran


Jika kita mengajar artinya kita berperan
Jika kita mengkomunikasikan ilmu, artinya kita berakting
Marah kita, kesal kita pada siswa, artinya kita menghayati skenario peran kita sebagai pengajar.
Mental artis!!! itu yang harus kita jiwai dalam mengajar
agar apa????
tentunya agar kita tidak terlalu hanyut dalam emosi....

Friday, November 24, 2006

Filosofi Guru

Ntah mengapa saya dari kecil mencintai profesi ini, dan pada akhirnya Alhamdulillah cita-citaku terkabul, dan sekarang walau secara jabatan saya sudah bukan menjadi guru, namun filosofinya sudah mengena dalam pemikiran saya. Dan saya akan bangga jika orang mengenal saya sebagai guru. Guru...sebuah nama yang sederhana .... Namun setelah dimaknai...filosofinya dalem banget.
Pada umumnya kata guru sering diartikan sebagai.. profil yang bertugas untuk memberikan ilmu, atau seseorang yang di contoh oleh muridnya...
Sepertinya pernyataan itu baru 1/3nya dari makna guru yang sesungguhnya.berikut aku jelaskan filosofi guru yang sebenarnya.
1. Guru adalah orang yang selalu belajar
Nah ini yang seharusnya dimaknai terlebih dahulu. B E L A J A R... bukan hanya murid. Coba bayangkan kalau guru ga mau belajar, pasti materi yang dikomunikasikannya itu-itu saja. Ya iyalah da ga ada penambahan ilmu disana. ada sedikit celotehan yang bilang bahwa belajarnya guru dengan murid itu bedanya cuman semalem, atau sejam, atau berapalah tapi yang penting guru itu harus belajar sebelum mempersiapkan materinya.
2. Guru adalah orang yang mengajarkan ilmu

ya tentunya ilmu yang sudah didapatkan selama belajar, harus disampaikan pada siswanya. Makna mengajar ini tentunya sudah di fahami oleh masyarakat luas. Bahkan ada kecenderungan kita lebih enak mengajar ketimbang belajar. Mengajar kan tinggal menginstruksikan, sedangkan mengajar kita yang jadi korban. Iya sih biasanya dalam hidup juga gitu. Mengajar atau ngasih tau lebih enak ketimbang dikasih tahu
3. Guru adalah orang yang terlibat dalam interaksi belajar dan mengajar
seorang guru yang baik tentunya akan melibatkan suasana pembelajaran yang menyenangkan, komunikatif dan interaktif terhadap muridnya... guru tidak melulu memberikan ilmunya, tapi guru juga menyerap ilmu dari siswanya
disitu munculah interaksi belajar dan mengajar sehingga diharapkan dapat menghasilkan perubahan tingkah laku siswa ke arah yang positif.

Friday, November 17, 2006

Thursday, November 16, 2006

Nilai sebuah kepercayaan

Hal yang paling saya junjung tinggi dari sebuah hubungan adalah kebercayaan; sederhana memang namun artinya dalem banget... entah kenapa saya harus berusaha mendapatkan kepercayaan dalam sebuah amanah yang saya tanggung... sebagai yunior(sebetulnya saya tidak suka senioritas)saya merasa amanah ini adalah suatu tantangan yang benar2 menguras adrenalin saya hampir setiap hari... memeras pemikiran saya setiap saat... hingga saya merasa tidak adil dalam melayani keluarga demi sebuah profesionalitas.
Entah sampai kapan keercayaan ini akan saya dapatkan...saya yakin hidup penuh ketidakpastian dan yang pasti terjadi ada ketidakpastian itu sendiri...

Sunday, November 05, 2006

Rafillah...ketenangan....Agnia

gadis kecilku....
Semoga....
Keanggunan menyertai rupamu...
Ketenangan menyertai perangaimu...
dan... Ke Agung-an menyerta nasib dan hari-harimu
Rafeylaku....
aku bangga menjadi ibumu...
banyak impianku... bersamamu
menjalani hari-harimu
mengamati pintarnya percepatanmu dalam kehidupan....
Azizahku... tunggu 2 tahun lagi nak....
aku pasti kan bersamamu selalu....

Thursday, October 12, 2006

Aku

Jiwaku Mengajariku untuk mencintai mereka yang di benci
Jiwaku mengajariku untuk melindungi siapa saja yang dicaci